Skip to main content
All Posts By

Setiyowati

Bunda Wajib Tahu! 5 Penyebab Anak Malas Belajar dan Cara Mengatasinya

By InformasiNo Comments

Anak Bunda malas belajar? bisa jadi karena gaya belajarnya yang berbeda.

Sudah pasti, setiap Bunda menginginkan anaknya cerdas sebagai bekal meraih masa depannya yang gemilang. Untuk menjadi cerdas dan bertaqwa, ananda juga harus rajin belajar.

Namun, pada suatu saat mungkin Bunda akan dihadapkan pada posisi dengan tantangan terbesar dalam mengasuh anak di usia sekolah, yaitu kondisi anak malas belajar.

Seketika tidak bersemangat mengerjakan tugas sekolah, sulit berkonsentrasi mengikuti pelajaran yang sedang diajarkan guru, atau tidak mencatat hal-hal yang sudah dijelaskan di kelas.

Ada baiknya Bunda mencari tahu terlebih dulu penyebab anak malas belajar dan cara untuk mengatasinya.

Penyebab Anak Malas Belajar

Dengan Bunda mengetahui penyebab anak malas belajar, Bunda bisa mendiskusikannya dengan anak dan memotivasinya agar lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas sekolah dan memperhatikan guru.

1. Gaya Belajar yang Tidak Sesuai

Penyebab anak malas belajar yang pertama adalah gaya belajar tidak sesuai. Gaya belajar yang tidak tepat bisa membuat anak malas belajar dan menjadi tidak termotivasi di sekolah.

Bunda harus peka dalam melihat gaya belajar mana yang paling sesuai untuk anak.

Setiap anak unik dan memiliki cara tersendiri dalam belajar, mengenali gaya belajar anak bisa membantu anak untuk mengerti pelajarannya dengan lebih baik.

Secara garis besar gaya belajar anak terbagi menjadi empat jenis, yaitu visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik. Keempat gaya belajar ini berbeda satu sama lainnya dan membentuk ciri khas anak:

  • Anak dengan gaya belajar visual, lebih mudah untuk mengerti pelajaran dengan penglihatan, seperti menggunakan gambar, ilustrasi, diagram, video, dan sebagainya.
  • Anak dengan gaya belajar auditori, lebih mudah menangkap informasi melalui suara. Anak dengan gaya belajar auditori lebih cepat mengingat pelajaran dari guru yang sedang berbicara.
  • Anak dengan gaya belajar membaca dan menulis, gampang memahami materi pelajaran dalam bentuk tulisan dan ditandai dengan kegemarannya untuk mencatat di buku cetak maupun catatan.
  • Anak dengan gaya belajar kinestetik, cepat menyerap informasi saat dilakukan atau dipadukan dengan hal-hal praktis. Gaya belajar kinestetik membuat anak lebih senang belajar dengan langsung mempraktekkan materi pelajarannya.

Gaya belajar yang tidak tepat membuat anak kesulitan untuk mengerti bahan pelajaran dan membuat anak malas belajar.

2. Lingkungan Tidak Mendukung

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah lingkungan tidak mendukung.

Lingkungan sekitar anak adalah salah satu faktor yang sering tidak diperhatikan oleh Bunda. Sebuah riset menemukan lingkungan rumah yang positif berhubungan dengan prestasi akademik yang baik.

Sementara, lingkungan rumah yang tidak kondusif mampu membuat anak malas belajar di rumah.

Begitupun juga dengan lingkungan sekolah, penelitian mendapati bahwa lingkungan sekolah berpartisipasi sebanyak 40 persen terhadap prestasi akademik siswa.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa siswa dengan fasilitas sekolah yang mencukupi, serta lingkungan dan guru yang baik, punya performa akademik yang lebih baik daripada sekolah dengan sedikit fasilitas dan lingkungan yang tidak mendukung pembelajaran, serta guru yang tidak memiliki kualifikasi.

Tidak hanya itu, ditemukan juga bahwa sekolah dengan fasilitas yang cukup dan modern mampu meningkatkan pembelajaran anak.

Anak malas belajar tidak selalu merupakan salah dari anak. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan perubahan di lingkungan sekitarnya.

3. Bullying

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah bullying. Bunda dan pihak sekolah perlu peka dalam melihat apakah anak memiliki masalah di sekolah, salah satunya adalah bullying.

Dalam jurnal International Education Studies, bullying atau perundungan berdampak negatif terhadap prestasi akademik anak. Anak malas belajar bisa menjadi salah satu indikasi bahwa anak mengalami bullying.

Bunda perlu jeli dalam melihat kondisi anak karena bullying tidak hanya bersifat fisik dan verbal, tetapi juga bisa melalui media sosial maupun dikucilkan oleh teman-temannya.

4. Masalah dalam Proses Belajar

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah ada masalah dalam proses belajar. Anak malas belajar bisa jadi dikarenakan adanya masalah atau gangguan belajar yang dialami oleh anak.

Gangguan belajar dapat membuat anak malas belajar karena kesulitan dalam menangkap atau memahami informasi yang diberikan.

Beberapa gangguan belajar yang umumnya dialami anak adalah ADHD dan disleksia. Menurut studi oleh Centers for Disease Controls and Prevention, anak ADHD ditandai dengan kesulitan anak untuk fokus, perilaku yang impulsif, dan hiperaktif.

Sementara disleksia merupakan gangguan belajar yang menyebabkan anak menjadi sulit membaca. Disleksia diakibatkan oleh ketidakmampuan anak dalam mengaitkan pelafalan dengan kata-kata, menurut penelitian oleh Mayo Clinic.

Kedua gangguan belajar ini menghalangi proses pembelajaran anak dan tentunya membuat anak malas belajar.

5. Gangguan dalam Emosi

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah gangguan dalam emosi.

Alasan lain dari anak malas belajar mungkin dikarenakan adanya masalah pada emosi anak, seperti rasa cemas yang berlebih atau depresi.

Rasa cemas yang berlebih bisa mengganggu anak dalam mengerjakan tugas, kerja kelompok, belajar tambahan di bimbel ataupun presentasi.

Suasana hati sangat berperan dalam konsentrasi, energi, dan motivasi anak. Depresi menurunkan suasana hati anak dan mengganggu performa akademik anak.

Depresi biasanya ditandai dengan suasana hati yang sedih secara berkepanjangan, pemikiran untuk melukai diri atau mengenai bunuh diri, keinginan untuk melakukan bunuh diri, ataupun percobaan untuk melukai diri atau bunuh diri.

5 Hal Yang Harus di Pertimbangkan Memilih Guru Les Privat

By InformasiNo Comments

Les privat & bimbel dukung prestasi belajar. Walaupun zaman saat ini sudah semakin mudah mencari sumber informasi, namun bukan hal yang aneh jika anak kesayangan Bunda memiliki kesulitan dalam proses belajarnya.Bisa saja saat ini, Bunda sebagai orang tua pun merasakan kesulitan untuk mengikuti perkembangan belajar anak di sekolah.

Untuk itu, tidak ada salahnya menggunakan jasa bimbel (bimbingan belajar) atau guru les privat untuk membantu kesulitan belajar anak-anak Bunda. Namun, ada pertimbangan yang harus diperhatikan ketika memilih tempat bimbel atau guru les privat. Berikut 4 hal yang harus Bunda perhatikan saat memilih Bimbel atau Guru Les Privat untuk anak tercinta.

Apa saja, ya? simak tips berikut ini!

  • Jangan sungkan untuk menyampaikan keinginan Bunda pada Bimbel

    Ceritakan semua yang Bunda inginkan terkait kualitas belajar anak, karena Bunda yang paling tahu karakter si kecil, maka bicarakan dengan bimbel guru seperti apa yang cocok dengan anak Bunda. Misalnya anak Bunda pendiam dan lebih cocok dengan guru yang ramah dan ceria.

  • Cari Referensi dari Orang Lain

    Sangat disarankan untuk mendengarkan & mempertimbangkan referensi dari orang lain seperti sahabat atau keluarga, terutama jika orang lain tersebut sudah menggunakan dan merasakan layanan yang diberikan oleh jasa bimbel tersebut.

    Tidak semua bimbel kecil atau personal dijalankan secara tidak profesional, dan bisa juga tidak semua bimbel yang baru beroperasi 2-5 tahun tidak kalah bagusnya dari bimbel yang sudah puluhan tahun beroperasi, bahkan ada beberapa yang lebih baik dibandingkan bimbel besar.

  • Arahkan Anak Bunda untuk Mengenal dengan Baik Profil Guru Lesnya

    Ketika sudah mendapatkan guru les, segera arahkan anak Bunda untuk berkenalan dengannya. Bunda juga bisa memberitahu guru les tersebut karakter anak Bunda sehingga dia bisa menyiapkan teknik belajar yang cocok sesuai dengan karakter dan gaya belajar anak Bunda.

    Arahkan anak dan guru les untuk menjalin hubungan yang harmonis. Sehingga nantinya, guru les juga akan jadi tidak segan untuk membicarakan perkembangan si kecil dengan Bunda.

BACA Juga: Siapa itu Guru Inspiratif Educate?

  • Berikan Waktu yang Cukup untuk Anak Beradaptasi & Jangan Memaksa Anak

    Biasanya ada waktu-waktu tertentu anak Bunda akan merasa jenuh dan tidak mau mengikuti proses belajar di Bimbel / les privat.

    Tidak perlu terlalu memaksakannya, apalagi jika memang anak Bunda sedang lelah atau kondisi tubuh kurang sehat. Bunda bisa membujuk anak untuk mengajukan jadwal ulang (reschedule) dan jangan lupa memberitahu pihak bimbel dan guru les.

    Pada umumnya, selama dua sampai tiga kali pertemuan biasanya pihak bimbel atau guru les dan anak Bunda masih mencari sistem belajar yang efektif dan nyaman disesuaikan dengan gaya belajar dan karakter anak Bunda.Di tahap ini, Bunda cukup mengamati serta mendampingi dan bisa memberikan masukan juga bagi guru les.

    Jika sudah beberapa kali pertemuan dan anak Bunda masih belum nyaman dengan guru lesnya Bunda bisa minta pengganti pada pihak bimbel dan beritahu di mana letak ketidakpuasan Bunda, sudah tentu pihak bimbel dengan senang hati menerima saran dan masukan dari Bunda.

  • Berikan Reward untuk Guru Les Privat dan Anak

    Bunda bisa mengukur keberhasilan guru les dengan memeriksa apakah ada kenaikan nilai, perbaikan prestasi belajar maupun perubahan sikap positif pada anak Bunda.

    Misalnya anak Bunda tadinya malas dan kurang tertarik dengan pelajaran matematika tetapi sejak les malah jadi rajin dan nilainya membaik, atau contoh lainnya misalkan anak Bunda yang awalnya tidak rajin ibadah tetapi sejak ikut bimbel malah semakin rajin dan berkualitas ibadahnya.

    Tidak ada salahnya untuk memberi bingkisan kecil sebagai reward pada guru les dan juga anak.

Bunda Harus Tahu, Kapan Anak Perlu Ikut Bimbel?

By InformasiNo Comments

Umumnya, di tahun terakhir sekolah dasar, anak-anak mulai disibukkan dengan perencanaan tes kelulusan, sedemikian itu pula para orang tua. Beberapa sekolah menengah pertama pilihan juga mulai dibidik serta orang tua mulai ancang- ancang untuk melaksanakan registrasi.

Pasti banyak orang tua takut apakah buah hatinya akan lolos dengan nilai bagus dan juga‘ memenangkan’ kompetisi dengan banyak anak lain untuk memperoleh bangku di sekolah favorit.

Banyak sekolah memberikan pelajaran ekstra, toh banyak pula orang tua yang merasa itu kurang, alhasil memasukkan anak ke kelas- kelas bimbingan belajar (bimbel).

Yang istimewa, saat ini, orang tua mengikutkan anak mereka ke kelas- kelas bimbel bukan cuma dikala mereak telah menjelang tes kelulusan, tapi anak- anak yang lebih kecil.

Sebabnya merupakan kebingungan anak terabaikan dalam pelajaran khusus yang mereka kira penting, misalnya matematika. Tidak hanya itu, bimbel pula dikira oleh beberapa orang tua sebagai solusi mereka dalam menolong anak berlatih di dikala mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk menemani anak karena banyak aktivitas profesi.

Dibanding belajar sendiri tanpa pengawasan, anak belajar di kelas bimbel, begitu pandangan mereka.

Bimbel merupakan tempat berlatih non resmi untuk menolong anak didik memahami modul pelajaran sekolah, ataupun mempersiapkan diri menjajaki tes. Bila sekolah menyuguhkan modul pelajaran dalam tipe komplit, umumnya bimbingan belajar lebih memfokuskan diri menolong anak menuntaskan pertanyaan dengan teknik- teknik efisien.

Biasanya, kanak- kanak diberi latihan soal. Guru akan membimbing anak menuntaskan soal dengan cara- cara yang efisien serta mudah. Setelah berulang kali menyelesaikan soal yang serupa, pasti saja kanak- kanak jadi terbiasa serta ingat pada metode penyelesaiannya.

Membidik anak- anak kelas 6, banyak institusi bimbel sd berpromosi bahwa murid- murid mereka lolos tes dengan angka gemilang dan diterima di sekolah- sekolah lanjutan impian. Pasti saja tawaran ini sungguh menggoda. Meski begitu, hendaknya Kamu memikirkan sebagian perihal saat sebelum menyudahi mengirim anak ke kategori bimbel.

kisi-kisi soal tes SKD CPNS

Kisi- Kisi Pertanyaan Soal SKD CPNS serta Uji Kompetensi PPPK Non- Guru 2021

By InformasiNo Comments

Seleksi Kompetensi Dasar( SKD) untuk tes uji Calon Pegawai Negeri Sipil( CPNS) serta uji Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja( PPPK) non – guru, sesuai rencana akan diselenggarakan pada 2 September 2021.

Apabila kalian selaku peserta, pasti akan mempersiapkan beberapa perihal, termasuk mencari tahu kisi- kisi soalnya. Berikut kisi- kisi yang sudah dihimpun serta dibuat Tim Educate sebagai konsultan pendidikan dan spesialis bimbel CPNS.

1. Isi uji SKD CPNS

Dalam Permen / Peraturan Menteri PANRB No 27 Tahun 2021 mengenai pengadaan pegawai negeri sipil pula diterangkan hal kisi- kisi pertanyaan yang terdapat di soal uji SKD. Dalam Pasal 35, pertanyaan SKD mencakup uji wawancara kebangsaan, uji intelegensia umum, serta uji karakter individu.

Uji wawasan kebangsaan dilakukan dengan tujuan mengenali serta kemampuan tentang beberapa aspek. Mulai dari patriotisme, integritas, bela negara, serta pilar negara.

2. Uji intelegensi umum, apa tujuannya?

Kemudian dalam Pasal 37, diterangkan perihal tujuan uji intelegensi umum. Terdapat beberapa penilai, berikut rinciannya:

Keterampilan verbal

  • Analogi, dengan tujuan mengukur keahlian individu dalam berpikir lewat komparasi 2 konsep kata yang mempunyai hubungan spesifik kemudian menggunakan konsep hubungan itu pada situasi yang lain.
  • Silogisme, dengan tujuan mengukur keterampilan individu untuk menarik kesimpulan dari 2 statment yang diberikan.
  • Analitis, dengan tujuan mengukur keterampilan individu guna menganalisa informasi yang diberikan serta menarik kesimpulan.

Keterampilan numerik

  • Berhitung, dengan tujuan mengukur keterampilan hitung sederhana.
  • Deret nilai, dengan tujuan mengukur keterampilan individu dalam melihat pola hubungan angka.
  • Perbandingan kuantitatif, dengan tujuan mengukur keterampilan individu untuk menarik kesimpulan bersumber pada 2 informasi kuantitatif.
  • Pertanyaan narasi, dengan tujuan mengukur keterampilan individu untuk melakukan analisa kuantitatif dari data yang diberikan.

Keterampilan figural

  • Analogi, dengan tujuan mengukur keterampilan individu dalam berpikir melalui perbandingan 2 ilustrasi yang mempunyai hubungan spesifik setelah itu memakai konsep hubungan itu pada situasi lain.
  • Ketidaksamaan, dengan tujuan mengukur keterampilan individu buat melihat perbandingan sebagian ilustrasi.
  • Serial, dengan tujuan mengukur keterampilan individu dalam melihat pola hubungan dalam wujud ilustrasi.
bimbel cpns

3. Uji Tes Karakter Pribadi

Terdapat beberapa tolok ukur penilaian dalam uji karakter individu. Salah satunya tentang pelayanan publik. Berikut rinciannya:

  • Pelayanan publik, dengan tujuan sanggup menunjukkan sikap keramahtamahan dalam bertugas yang efisien agar dapat memenuhi kebutuhan serta kepuasan orang lain sesuai dengan peran serta wewenang yang dimiliki.
  • Jejaring kerja, dengan tujuan sanggup membangun serta membina hubungan, bekerja sama, memberi informasi serta bekerja sama dengan orang lain dengan cara efisien.
  • Sosial budaya, dengan tujuan sanggup menyesuaikan diri serta bekerja secara efisien dalam masyarakat heterogen, terdiri atas beraneka ragam agama, suku, adat, dan sebagainya.
  • Teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan sanggup menggunakan teknologi informasi secara efisien untuk tingkatkan kapasitas.
  • Profesionalisme, dengan tujuan sanggup melakukan kewajiban serta fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
  • Anti-radikalisme, dengan tujuan memperoleh informasi dari individu mengenai wawasan terhadap anti radikalisme, kecondongan bersikap, serta bertindak disaat menanggapi stimulus dengan beberapa pilihan situasi.
Berikan hadiah terbaik untuk masa depan Ananda yang istimewa Tanya Kami!