Skip to main content

Anak Bunda malas belajar? bisa jadi karena gaya belajarnya yang berbeda.

Sudah pasti, setiap Bunda menginginkan anaknya cerdas sebagai bekal meraih masa depannya yang gemilang. Untuk menjadi cerdas dan bertaqwa, ananda juga harus rajin belajar.

Namun, pada suatu saat mungkin Bunda akan dihadapkan pada posisi dengan tantangan terbesar dalam mengasuh anak di usia sekolah, yaitu kondisi anak malas belajar.

Seketika tidak bersemangat mengerjakan tugas sekolah, sulit berkonsentrasi mengikuti pelajaran yang sedang diajarkan guru, atau tidak mencatat hal-hal yang sudah dijelaskan di kelas.

Ada baiknya Bunda mencari tahu terlebih dulu penyebab anak malas belajar dan cara untuk mengatasinya.

Penyebab Anak Malas Belajar

Dengan Bunda mengetahui penyebab anak malas belajar, Bunda bisa mendiskusikannya dengan anak dan memotivasinya agar lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas sekolah dan memperhatikan guru.

1. Gaya Belajar yang Tidak Sesuai

Penyebab anak malas belajar yang pertama adalah gaya belajar tidak sesuai. Gaya belajar yang tidak tepat bisa membuat anak malas belajar dan menjadi tidak termotivasi di sekolah.

Bunda harus peka dalam melihat gaya belajar mana yang paling sesuai untuk anak.

Setiap anak unik dan memiliki cara tersendiri dalam belajar, mengenali gaya belajar anak bisa membantu anak untuk mengerti pelajarannya dengan lebih baik.

Secara garis besar gaya belajar anak terbagi menjadi empat jenis, yaitu visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik. Keempat gaya belajar ini berbeda satu sama lainnya dan membentuk ciri khas anak:

  • Anak dengan gaya belajar visual, lebih mudah untuk mengerti pelajaran dengan penglihatan, seperti menggunakan gambar, ilustrasi, diagram, video, dan sebagainya.
  • Anak dengan gaya belajar auditori, lebih mudah menangkap informasi melalui suara. Anak dengan gaya belajar auditori lebih cepat mengingat pelajaran dari guru yang sedang berbicara.
  • Anak dengan gaya belajar membaca dan menulis, gampang memahami materi pelajaran dalam bentuk tulisan dan ditandai dengan kegemarannya untuk mencatat di buku cetak maupun catatan.
  • Anak dengan gaya belajar kinestetik, cepat menyerap informasi saat dilakukan atau dipadukan dengan hal-hal praktis. Gaya belajar kinestetik membuat anak lebih senang belajar dengan langsung mempraktekkan materi pelajarannya.

Gaya belajar yang tidak tepat membuat anak kesulitan untuk mengerti bahan pelajaran dan membuat anak malas belajar.

2. Lingkungan Tidak Mendukung

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah lingkungan tidak mendukung.

Lingkungan sekitar anak adalah salah satu faktor yang sering tidak diperhatikan oleh Bunda. Sebuah riset menemukan lingkungan rumah yang positif berhubungan dengan prestasi akademik yang baik.

Sementara, lingkungan rumah yang tidak kondusif mampu membuat anak malas belajar di rumah.

Begitupun juga dengan lingkungan sekolah, penelitian mendapati bahwa lingkungan sekolah berpartisipasi sebanyak 40 persen terhadap prestasi akademik siswa.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa siswa dengan fasilitas sekolah yang mencukupi, serta lingkungan dan guru yang baik, punya performa akademik yang lebih baik daripada sekolah dengan sedikit fasilitas dan lingkungan yang tidak mendukung pembelajaran, serta guru yang tidak memiliki kualifikasi.

Tidak hanya itu, ditemukan juga bahwa sekolah dengan fasilitas yang cukup dan modern mampu meningkatkan pembelajaran anak.

Anak malas belajar tidak selalu merupakan salah dari anak. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan perubahan di lingkungan sekitarnya.

3. Bullying

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah bullying. Bunda dan pihak sekolah perlu peka dalam melihat apakah anak memiliki masalah di sekolah, salah satunya adalah bullying.

Dalam jurnal International Education Studies, bullying atau perundungan berdampak negatif terhadap prestasi akademik anak. Anak malas belajar bisa menjadi salah satu indikasi bahwa anak mengalami bullying.

Bunda perlu jeli dalam melihat kondisi anak karena bullying tidak hanya bersifat fisik dan verbal, tetapi juga bisa melalui media sosial maupun dikucilkan oleh teman-temannya.

4. Masalah dalam Proses Belajar

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah ada masalah dalam proses belajar. Anak malas belajar bisa jadi dikarenakan adanya masalah atau gangguan belajar yang dialami oleh anak.

Gangguan belajar dapat membuat anak malas belajar karena kesulitan dalam menangkap atau memahami informasi yang diberikan.

Beberapa gangguan belajar yang umumnya dialami anak adalah ADHD dan disleksia. Menurut studi oleh Centers for Disease Controls and Prevention, anak ADHD ditandai dengan kesulitan anak untuk fokus, perilaku yang impulsif, dan hiperaktif.

Sementara disleksia merupakan gangguan belajar yang menyebabkan anak menjadi sulit membaca. Disleksia diakibatkan oleh ketidakmampuan anak dalam mengaitkan pelafalan dengan kata-kata, menurut penelitian oleh Mayo Clinic.

Kedua gangguan belajar ini menghalangi proses pembelajaran anak dan tentunya membuat anak malas belajar.

5. Gangguan dalam Emosi

Penyebab anak malas belajar yang selanjutnya adalah gangguan dalam emosi.

Alasan lain dari anak malas belajar mungkin dikarenakan adanya masalah pada emosi anak, seperti rasa cemas yang berlebih atau depresi.

Rasa cemas yang berlebih bisa mengganggu anak dalam mengerjakan tugas, kerja kelompok, belajar tambahan di bimbel ataupun presentasi.

Suasana hati sangat berperan dalam konsentrasi, energi, dan motivasi anak. Depresi menurunkan suasana hati anak dan mengganggu performa akademik anak.

Depresi biasanya ditandai dengan suasana hati yang sedih secara berkepanjangan, pemikiran untuk melukai diri atau mengenai bunuh diri, keinginan untuk melakukan bunuh diri, ataupun percobaan untuk melukai diri atau bunuh diri.

Leave a Reply

Berikan hadiah terbaik untuk masa depan Ananda yang istimewa Tanya Kami!